• Program Donasi Kegiatan Ramadhan 1447H, dapat diakses di link berikut: => KLIK DISINI UNTUK BERDONASI ||---|| Mari bergerak bersama dalam mengurangi sampah, melalui Berkah Berseka, BERsama Kurangi SampAH, Bersih Sehat Lingkungan
Selasa, 27 Januari 2026

Kajian Jum’at, Asmaul Husna: Al Haliim, Kelembutan Allah

Kajian Jum'at, Asmaul Husna: Al Haliim, Kelembutan Allah
Bagikan

19092025
Kajian Subuh
Ustadz Husna Hasyaba K., M.Ag.
Masjid Baitul Mukmin
Antapani Kidul

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Sifat Allah Al-Haliim kelembutan Allah

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ اللّٰهَ يُمْسِكُ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ اَنْ تَزُوْلَا ۚ وَلَئِنْ زَا لَــتَاۤ اِنْ اَمْسَكَهُمَا مِنْ اَحَدٍ مِّنْۢ بَعْدِهٖ ۗ اِنَّهٗ كَا نَ حَلِيْمًا غَفُوْرًا
innalloha yumsikus-samaawaati wal-ardho ang tazuulaa, wa la-ing zaalataaa in amsakahumaa min ahadim mim ba’dih, innahuu kaana haliiman ghofuuroo

“Sungguh, Allah yang menahan langit dan bumi agar tidak lenyap; dan jika keduanya akan lenyap tidak ada seorang pun yang mampu menahannya selain Allah. Sungguh, Dia Maha Penyantun, Maha Pengampun.”
(QS. Fatir 35: Ayat 41)

Dalam Al-Qur’an sifat Allah Al hakim disebutkan 11 kali .
Secara bahasa Al hakim berasal dari kata Al hikmah yang bermakna Al anaat kelembutan dan kemurahan hati.

Al hakim memiliki sifat tenang (penuh kesabaran) tidak segera menyenggarakan hukumannya terhadap hamba hambaNya atas dosa dosa mereka.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَا جُنَا حَ عَلَيْكُمْ فِيْمَا عَرَّضْتُمْ بِهٖ مِنْ خِطْبَةِ النِّسَآءِ اَوْ اَکْنَنْتُمْ فِيْۤ اَنْفُسِكُمْ ۗ عَلِمَ اللّٰهُ اَنَّكُمْ سَتَذْكُرُوْنَهُنَّ وَلٰـكِنْ لَّا تُوَا عِدُوْهُنَّ سِرًّا اِلَّاۤ اَنْ تَقُوْلُوْا قَوْلًا مَّعْرُوْفًا ۗ وَلَا تَعْزِمُوْا عُقْدَةَ النِّکَاحِ حَتّٰى يَبْلُغَ الْكِتٰبُ اَجَلَهٗ ۗ وَا عْلَمُوْۤا اَنَّ اللّٰهَ يَعْلَمُ مَا فِيْۤ اَنْفُسِكُمْ فَا حْذَرُوْهُ ۗ وَا عْلَمُوْۤا اَنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ حَلِيْمٌ
wa laa junaaha ‘alaikum fiimaa ‘arrodhtum bihii min khithbatin-nisaaa-i au aknangtum fiii angfusikum, ‘alimallohu annakum satazkuruunahunna wa laakil laa tuwaa’iduuhunna sirron illaaa ang taquuluu qoulam ma’ruufaa, wa laa ta’zimuu ‘uqdatan-nikaahi hattaa yablughol-kitaabu ajalah, wa’lamuuu annalloha ya’lamu maa fiii angfusikum fahzaruuh, wa’lamuuu annalloha ghofuurun haliim

“Dan tidak ada dosa bagimu meminang perempuan-perempuan itu dengan sindiran atau kamu sembunyikan (keinginanmu) dalam hati. Allah mengetahui bahwa kamu akan menyebut-nyebut kepada mereka. Tetapi janganlah kamu membuat perjanjian (untuk menikah) dengan mereka secara rahasia kecuali sekadar mengucapkan kata-kata yang baik. Dan janganlah kamu menetapkan akad nikah sebelum habis masa idahnya. Ketahuilah bahwa Allah mengetahui apa yang ada dalam hatimu, maka takutlah kepada-Nya. Dan ketahuilah bahwa Allah Maha Pengampun, Maha Penyantun.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 235)

Dia melihat hamba hambanya sementara mereka kufur tetapi dia bersabar, menangguhkan, memberi waktu, menunda, dan tidak menyenggarakan hukuman, dia menutupi sebagian kesalahan dan mengampuninya.

Al hakim ialah dzat yang terus melimpahkan kepada makhluknya selalu bersabar dan memberi tenggang waktu agar umatnya bertaubat.

Apa yang dapat kita pelajari dari sifat Al haliim ini.

  1. Allah tidak segera menurunkan siksaan nya kepada. Yang bermaksiat
  2. Allah bersifat lembut bukannya Allah bersifat lemah
    Sesungguhnya Allah maha mengetahui dan maha kuasa
    Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَوَلَمْ يَسِيْرُوْا فِى الْاَ رْضِ فَيَنْظُرُوْا كَيْفَ كَا نَ عَا قِبَةُ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَكَا نُوْۤا اَشَدَّ مِنْهُمْ قُوَّةً ۗ وَمَا كَا نَ اللّٰهُ لِيُعْجِزَهٗ مِنْ شَيْءٍ فِى السَّمٰوٰتِ وَلَا فِى الْاَ رْضِ ۗ اِنَّهٗ كَا نَ عَلِيْمًا قَدِيْرًا
a wa lam yasiiruu fil-ardhi fa yangzhuruu kaifa kaana ‘aaqibatullaziina ming qoblihim wa kaanuuu asyadda min-hum quwwah, wa maa kaanallohu liyu’jizahuu ming syai-ing fis-samaawaati wa laa fil-ardh, innahuu kaana ‘aliimang qodiiroo

“Dan tidakkah mereka bepergian di bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul), padahal orang-orang itu lebih besar kekuatannya dari mereka? Dan tidak ada sesuatu pun yang dapat melemahkan Allah baik di langit maupun di bumi. Sungguh, Dia Maha Mengetahui, Maha Kuasa.”
(QS. Fatir 35: Ayat 44)

  1. Allah sangat bersifat bersabar tidak menurunkan siksaaanya dan tidak menahan nikmatnya kepada orang orang yang maksiat.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللّٰهُ النَّا سَ بِظُلْمِهِمْ مَّا تَرَكَ عَلَيْهَا مِنْ دَآ بَّةٍ وَّلٰـكِنْ يُّؤَخِّرُهُمْ اِلٰۤى اَجَلٍ مُّسَمًّى ۚ فَاِ ذَا جَآءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَـأْخِرُوْنَ سَا عَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ
walau yu-aakhizullohun-naasa bizhulmihim maa taroka ‘alaihaa ming daaabbatiw wa laakiy yu-akhkhiruhum ilaaa ajalim musammaa, fa izaa jaaa-a ajaluhum laa yasta-khiruuna saa’ataw wa laa yastaqdimuun

“Dan kalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ada yang ditinggalkan-Nya (di bumi) dari makhluk yang melata sekalipun, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai waktu yang sudah ditentukan. Maka apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.”
(QS. An-Nahl 16: Ayat 61)

  1. Allaah bersifat lembut kepada hamba hambanya.
    Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَجَزٰٓ ؤُا سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِّثْلُهَا ۚ فَمَنْ عَفَا وَاَ صْلَحَ فَاَ جْرُهٗ عَلَى اللّٰهِ ۗ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الظّٰلِمِيْنَ
wa jazaaa-u sayyi-ating sayyi-atum misluhaa, fa man ‘afaa wa ashlaha fa ajruhuu ‘alalloh, innahuu laa yuhibbuzh-zhoolimiin

“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang setimpal, tetapi barang siapa memaafkan dan berbuat baik (kepada orang yang berbuat jahat) maka pahalanya dari Allah. Sungguh, Dia tidak menyukai orang-orang zalim.”
(QS. Asy-Syura 42: Ayat 40)

Teladani Rasulullah dalam kelembutan

Dari Anas berkata aku pernah bersama nabi, ada seorang Arab gunung menarik selendang nabi, saking kerasnya terlihat memerah leher nabi, lalu orang itu meminta uang nabi menoleh dan nabi tersenyum kepada orang Arab gunung tersebut lalu memberi uang kepadanya.

Pernah nabi pulang kerumah lalu bertanya adakah yang akn dimakan hari ini, lalu dijawab istri beliau yang ada cuma cuka alu nabi menjawab dalam keadaan lapar menjawab ya Aisyah sebaik baik lauk adalah cuka..betapa sangat lembutnya sifat Rasulullah.

Semoga sifat ini dapat kita aplikasikan dalam diri kita
Aamiin ya rabb

SebelumnyaKajian Ahad, BAHAYA RIBA DALAM KEHIDUPANSesudahnyaRaih Pahala Haji & Umrah melalui Kajian Tematik Setiap Hari