• Program Donasi Kegiatan Ramadhan 1447H, dapat diakses di link berikut: => KLIK DISINI UNTUK BERDONASI ||---|| Mari bergerak bersama dalam mengurangi sampah, melalui Berkah Berseka, BERsama Kurangi SampAH, Bersih Sehat Lingkungan
Kamis, 29 Januari 2026

Kajian Ahad, Karakter Ibadurrahman

Bagikan

9112025
Kajian Subuh
Ust. Dr. Asep Dadan Wildan
Masjid Baitul mukmin
Antapani Kidul

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

KARAKTER IBADURRAHMAAN
Sesuai dengan ayat Al-Qur’an surat Al-Furqan ayat 63 sampai 77

Hari demi hari kita tetap melangkah ke akhir kehidupan kita, sebab itu selalu menjalankan kebaikan dan istiqomah dalam keimanan.

Kriteria hamba hamba Allah.

Dalam Alquran disebut abid.
Manusia yang kebaikannya dan keburukannya untuk dirinya sendiri. Allah menyiksa manusia karena kesalahannya sendiri.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مَنْ عَمِلَ صَا لِحًـا فَلِنَفْسِهٖ وَمَنْ اَسَآءَ فَعَلَيْهَا ۗ وَمَا رَبُّكَ بِظَلَّا مٍ لِّلْعَبِيْدِ
man ‘amila shoolihang falinafsihii wa man asaaa-a fa ‘alaihaa, wa maa robbuka bizhollaamil lil-‘abiid

“Barang siapa mengerjakan kebajikan maka (pahalanya) untuk dirinya sendiri dan barang siapa berbuat jahat maka (dosanya) menjadi tanggungan dirinya sendiri. Dan Tuhanmu sama sekali tidak menzalimi hamba-hamba-(Nya).”
(QS. Fussilat 41: Ayat 46)

Kata ibad adalah dalam kontek hamba berbuat dosa, dia selalu berusaha berbuat baik dihadapan Allah, mereka selalu tidak berputus asa dalam meminta ampun atas segala kesalahannya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِ ذَا سَاَ لَـكَ عِبَا دِيْ عَنِّيْ فَاِ نِّيْ قَرِيْبٌ ۗ اُجِيْبُ دَعْوَةَ الدَّا عِ اِذَا دَعَا نِ ۙ  فَلْيَسْتَجِيْبُوْا لِيْ وَلْيُؤْمِنُوْا بِيْ لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُوْنَ
wa izaa sa-alaka ‘ibaadii ‘annii fa innii qoriib, ujiibu da’watad-daa’i izaa da’aani falyastajiibuu lii walyu-minuu bii la’allahum yarsyuduun

“Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku agar mereka memperoleh kebenaran.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 186)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قُلْ يٰعِبَا دِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰۤى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗ اِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ
qul yaa ‘ibaadiyallaziina asrofuu ‘alaaa angfusihim laa taqnathuu mir rohmatillaah, innalloha yaghfiruz-zunuuba jamii’aa, innahuu huwal-ghofuurur-rohiim

“Katakanlah, Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(QS. Az-Zumar/39: Ayat 53)

Karakter ibadurrahman:

  1. Memiliki sikap rendah hati
    Orang yang rendah hati selalu mendengarkan pendapat orang lain.orangvinibakan sukses karena mempunyai kecerdasan emosional.
    Contohnya adalah Rasulullah
    Negara yang maju adalah mempunyai pemimpin yang rendah hati

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَعِبَا دُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَ رْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَا طَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَا لُوْا سَلٰمًا
wa ‘ibaadur-rohmaanillaziina yamsyuuna ‘alal-ardhi haunaw wa izaa khoothobahumul-jaahiluuna qooluu salaamaa

“Adapun hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, “salam,””
(QS. Al-Furqan 25: Ayat 63)

  1. Tutur kata yang baik

وَّاِذَا خَا طَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَا لُوْا سَلٰمًا
dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, “salam,””

Bagaimana pemaaf nya para sahabat Rasulullah .sehingga terjaga dari penyakit hati.
Akhlaq itu adalah keadaan jiwa seseorang . Agar akhlaq baik maka jagalah hati.
Tutur kata yang baik akan mencerminkan jiwa yang baik.

  1. Menjadikan malam sebagai saat untuk bertaqarrub kepada Allah SWT
    Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا لَّذِيْنَ يَبِيْتُوْنَ لِرَبِّهِمْ سُجَّدًا وَّقِيَا مًا
wallaziina yabiituuna lirobbihim sujjadaw wa qiyaamaa

“dan orang-orang yang menghabiskan waktu malam untuk beribadah kepada Tuhan mereka dengan bersujud dan berdiri.”
(QS. Al-Furqan 25: Ayat 64)

Allah turun kealam dunia waktu 1/3 malam setiap yang meminta saat tersebut Allah akan mengabulkannya.
Seseorang yang selalu bangun di 1/3 malam tenang hidupnya karena Ada hormon kortison diransang sehingga otaknya menjadi cemerlang

  1. Selalu mengingat kehidupan setelah kematian salah satunya siksaan Allah SWT.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا لَّذِيْنَ يَقُوْلُوْنَ رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَا بَ جَهَـنَّمَ ۖ اِنَّ عَذَا بَهَا كَا نَ غَرَا مًا 
wallaziina yaquuluuna robbanashrif ‘annaa ‘azaaba jahannama inna ‘azaabahaa kaana ghoroomaa

“Dan orang-orang yang berkata, “Ya Tuhan kami, jauhkanlah azab Jahanam dari kami, karena sesungguhnya azabnya itu membuat kebinasaan yang kekal,””
(QS. Al-Furqan 25: Ayat 65)

Orang yang cerdas adalah yang berorientasi akhirat,merupakan tujuan akhir umat Islam.
Abu bakar ash Siddiq bersedekah sebelum subuh.
Sadaqoh Usman bin Affan saat perang Tabuk menyerahkan 1000 ekor onta
Untuk bekal perang dsn sebagai kendaraan perang.
Betapa gambaran para sahabat sangat memikirkan kehidupan akhirat

  1. Tidak boros dsn kikir ,namun hidup sederhana

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا لَّذِيْنَ اِذَاۤ اَنْفَقُوْا لَمْ يُسْرِفُوْا وَلَمْ يَقْتُرُوْا وَكَا نَ بَيْنَ ذٰلِكَ قَوَا مًا
wallaziina izaaa angfaquu lam yusrifuu wa lam yaqturuu wa kaana baina zaalika qowaamaa

“Dan (termasuk hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih) orang-orang yang apabila menginfakkan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, di antara keduanya secara wajar,”
(QS. Al-Furqan 25: Ayat 67)

Khalifah Umar bin Khatab pernah melihat wajah Rasulullah bergaris garis karena tidur dipelepah kurma.mengatakn ya Rasulullah raja Roma dan persia hidup dengan kemewahan ,kenapa engkau hidup sangat sederhana . Rasulullah menjawab kita bahagia wahai umar.mereka cuma senang didunia ,tetapi kita akan bahagia diakhirat nanti

  1. Tidak pernah menyekutukan Allah

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا لَّذِيْنَ لَا يَدْعُوْنَ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ وَلَا يَقْتُلُوْنَ النَّفْسَ الَّتِيْ حَرَّمَ اللّٰهُ اِلَّا بِا لْحَـقِّ وَلَا يَزْنُوْنَ ۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ يَلْقَ اَثَا مًا 
wallaziina laa yad’uuna ma’allohi ilaahan aakhoro wa laa yaqtuluunan-nafsallatii harromallohu illaa bil-haqqi wa laa yaznuun, wa may yaf’al zaalika yalqo asaamaa

“dan orang-orang yang tidak menyekutukan Allah dengan sembahan lain dan tidak membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina; dan barang siapa melakukan demikian itu, niscaya dia mendapat hukuman yang berat,”
(QS. Al-Furqan 25: Ayat 68)

Semoga kita semua dapat menjadi orang orang yang ibadurrahman yang menyandarkan diri kepada Allah semata dan berorientasi akhirat. Dengan mengejar akhirat, dunia akan didapat, insya Allah.
Aamiin ya rabb

SebelumnyaKajian Rabu, Mengenali Agrobacterium TumefaciensSesudahnyaKajian Ju'mat, Sifat-sifat Orang yang Dicintai Allah #1