• Program Donasi Kegiatan Ramadhan 1447H, dapat diakses di link berikut: => KLIK DISINI UNTUK BERDONASI ||---|| Mari bergerak bersama dalam mengurangi sampah, melalui Berkah Berseka, BERsama Kurangi SampAH, Bersih Sehat Lingkungan
Kamis, 29 Januari 2026

Kajian Sabtu, Islam Berkemajuan

Kajian Sabtu, Islam Berkemajuan
Bagikan

29112025
Kajian Subuh
Ust. KH. Drs. Anwar Nuryamin
Masjid Baitul mukmin
Antapani Kidul

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Hakikat Zuhud dan Buah-buahnya

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ الرَّحْمٰنُ وُدًّا
innallaziina aamanuu wa ‘amilush-shoolihaati sayaj’alu lahumur-rohmaanu wuddaa

“Sungguh, orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, kelak (Allah) Yang Maha Pengasih akan menanamkan rasa kasih sayang (dalam hati mereka).”
(QS. Maryam 19: Ayat 96)

Hadist Rasulullah zuhudlah terhadap manusia maka manusia akan mencintai mu ,dan zuhudlah kepada Allah maka Allah akan mencintai mu.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْ وَا خْشَوْا يَوْمًا لَّا يَجْزِيْ وَا لِدٌ عَنْ وَّلَدِهٖ وَلَا مَوْلُوْدٌ هُوَ جَا زٍ عَنْ وَّا لِدِهٖ شَيْــئًا ۗ اِنَّ وَعْدَ اللّٰهِ حَقٌّ فَلَا تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا ۗ وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِا للّٰهِ الْغَرُوْرُ
yaaa ayyuhan-naasuttaquu robbakum wakhsyau yaumal laa yajzii waalidun ‘aw waladihii wa laa mauluudun huwa jaazin ‘aw waalidihii syai-aa, inna wa’dallohi haqqung fa laa taghurronnakumul-hayaatud-dun-yaa, wa laa yaghurronnakum billaahil-ghoruur

“Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah pada hari yang (ketika itu) seorang bapak tidak dapat menolong anaknya, dan seorang anak tidak dapat (pula) menolong bapaknya sedikit pun. Sungguh, janji Allah pasti benar, maka janganlah sekali-kali kamu teperdaya oleh kehidupan dunia, dan jangan sampai kamu teperdaya oleh penipu dalam (menaati) Allah.”
(QS. Luqman 31: Ayat 33)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِعْلَمُوْۤا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَا خُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَا ثُرٌ فِى الْاَ مْوَا لِ وَا لْاَ وْلَا دِ ۗ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّا رَ نَبَا تُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰٮهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطٰمًا ۗ وَفِى الْاٰ خِرَةِ عَذَا بٌ شَدِيْدٌ ۙ وَّمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَا نٌ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَاۤ اِلَّا مَتَا عُ الْغُرُوْرِ
i’lamuuu annamal-hayaatud-dun-yaa la’ibuw wa lahwuw wa ziinatuw wa tafaakhurum bainakum wa takaasurung fil-amwaali wal-aulaad, kamasali ghoisin a’jabal-kuffaaro nabaatuhuu summa yahiiju fa taroohu mushfarrong summa yakuunu huthoomaa, wa fil-aakhiroti ‘azaabung syadiiduw wa maghfirotum minallohi wa ridhwaan, wa mal-hayaatud-dun-yaaa illaa mataa’ul-ghuruur

“Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu.”
(QS. Al-Hadid 57: Ayat 20)

Sikap Zuhud bermuara dari keyakinan yang ada disisi Allah dari pada apa yang ada didunia ini.

Zuhud bukan berarti mengharamkan dunia tetapi tidak menjadikan tujuan.

Inti zuhud lebih meyakini apa yang ada di sisi Allah dari pada yang ada didunia, sikap ini lahir dari keyakinan hati.

Doa agar kita menjadi Zuhud
Allahumma inni a’udzu bika min munkarootil akhlaaqi wal a’maali wal ahwaa'”
Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari akhlak, amal, dan hawa nafsu yang jelek

Allahumma rahmataka arju fala takilni ila nafsi tharfata ainin ashlihli sya’ni kullahu la ilaha illa anta,
Ya Allah, rahmat-Mu aku harapkan, maka janganlah Engkau bebankan pada diriku walau sekejap mata pun (urusan-urusan tersebut) dan perbaikilah segala urusanku, tidak ada Tuhan selain Engkau”. 

Faktor sikap Zuhud

  1. Mengingat akhirat.
  2. Menghadirkan perasaan zikir.
    Selalu menghadirkan perasaan bahwa kenikmatan dunia dapat mengurangi derajat disisi Allah .dsn dapat memproses hisab.
    Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

ثُمَّ لَـتُسْئَـلُنَّ يَوْمَئِذٍ عَنِ النَّعِيْمِ
summa latus-alunna yauma-izin ‘anin-na’iim

“kemudian kamu benar-benar akan ditanya pada hari itu tentang kenikmatan (yang megah di dunia itu).”
(QS. At-Takasur 102: Ayat 8)

Cerita terjadi panas terik di Madinah tidak ada yang keluar dari rumah, dan yang keluar adalah Nabi Muhammad, Abu Bakar Siddik dan Umar bin Khatab beliau lapar, ada yang punya ide, kata Umar bagaimana kalau kita bertamu ke Umar Ayub Al-Ansari. Tetapi Abu Ayub sedang dikebun, Abu Ayub sangat senang lalu didatangi 3 orang sangat mulia, lalu dihidangkan kurma yang terbaik dan disembelihnya domba, semua persembahan ini sangat membangkitkan rasa selera yang luar biasa. Umar makan dengan lahapnya, sedang Abu Bakar makan secukupnya sedangkan Nabi memakan hanya dua suap, lalu beliau menangis, semua yang melihat heran dan bertanya kepada Nabi, ternyata saat kesenangan dunia ini mengingatkan Beliau kepada ayat diatas, QS. Attakasur ayat 8, Beliau takut dengan kemewahan dunia.

Inti sikap zuhud menganggap dunia hanya sesuatu yang tidak berharga dan remeh.

Tujuan kaum kafir mencari kesenangan dunia hingga ia meninggal.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ لَا يَرْجُوْنَ لِقَآءَنَا وَرَضُوْا بِا لْحَيٰوةِ الدُّنْيَا وَا طْمَاَ نُّوْا بِهَا وَا لَّذِيْنَ هُمْ عَنْ اٰيٰتِنَا غٰفِلُوْنَ 
innallaziina laa yarjuuna liqooo-ana wa rodhuu bil-hayaatid-dun-yaa wathma-annuu bihaa wallaziina hum ‘an aayaatinaa ghoofiluun

“Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan (kehidupan) itu, dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami,”
(QS. Yunus 10: Ayat 7)

Zuhud bukanlah menolak semua jenis kenikmatan dunia, sehingga tidak meninggalkan akhirat.

Jadikanlah dunia sebagai sarana untuk beribadah dan meraih cinta Allah, bukan sebagai tujuan utama.

Zuhud adalah amalan hati, yaitu meyakini keutamaan bekal di akhirat diatas kesenangan dunia, bukan menolak kenikmatan dunia secara total.

Semoga kita dapat menyikapi zuhud ini dengan tepat, sehingga tidak salah dalam menerapkannya didunia ini aamiin ya rabb

SebelumnyaKajian Senin, Fiqih MuamalahSesudahnyaKajian Senin, Sirah Nabawiyah