Ramadhan yang Selalu Dirindukan
Aktivitas yang istimewa dan selalu dirindukan adalah datangnya bulan Ramadhan.
Rasa syukur mendalam, kita dipertemukan kembali di bulan Ramadhan 1447H.
Kenikmatan saat berbuka bersama, shalat tarawih, membaca Al-Qur’an, mengikuti kajian subuh menjadi transformasi perilaku menjadi pribadi yang unggul dan berkhlakul karimah.


Berbuka Bersama
Kenikmatan dalam suasana hangat, kebersamaan jamaah warga RW 11, Antapani Kidul, serta tercipta rasa syukur setelah seharian berpuasa.
Perubahan dalam menguatkan ikatan sosial, menumbuhkan rasa empati terhadap sesama, dan melatih kesabaran.

Shalat Tarawih
Kenikmatan ibadah dengan merasakan ketenangan spiritual dalam jamaah, lantunan doa yang menyejukkan hati.
Perubahan dalam membiasakan diri dengan ibadah malam, meningkatkan kedisiplinan, serta memperkuat rasa kebersamaan umat.



Kajian Subuh
Kenikmatan dalam mendapat ilmu baru di waktu yang penuh berkah, suasana tenang setelah Shalat Subuh.
Perubahan dalam membentuk pola hidup lebih teratur, memperkuat iman, serta menumbuhkan semangat untuk beramal sepanjang hari.
Sima’an dan Membaca Al-Qur’an


Sima’an yang diikuti oleh jamaah secara luring sekitar 150 jamaah, dan daring melalui zoom 125 orang dari berbagai wilayah.

Membaca Alquran bapak-bapak setelah dilaksanakan tarawih.
Kenikmatan ibadah ramadhan, tentunya mendapatkan ketenangan batin, seolah berbicara langsung dengan Allah melalui ayat-ayat-Nya.
Perubahan dalam menambah pemahaman agama, memperbaiki akhlak, dan menumbuhkan kesadaran akan tujuan hidup.
Semua aktivitas ini membawa transformasi diri dari sekadar rutinitas menjadi ibadah penuh makna.
Dari kesendirian menjadi kebersamaan yang memperkuat ukhuwah.
Dari kebiasaan lama menuju hidup lebih disiplin, sabar, dan penuh syukur.
Ramadan ibarat “reset button” yang membantu kita kembali ke fitrah dengan hati yang lebih bersih dan jiwa yang lebih kuat.
