• Program Donasi Kegiatan Ramadhan 1447H, dapat diakses di link berikut: => KLIK DISINI UNTUK BERDONASI ||---|| Mari bergerak bersama dalam mengurangi sampah, melalui Berkah Berseka, BERsama Kurangi SampAH, Bersih Sehat Lingkungan
Kamis, 29 Januari 2026

Kajian Ahad, BAHAYA RIBA DALAM KEHIDUPAN

Bagikan

14092025
Kajian Subuh
Ust.DR.Asep Dadan Wildan
Masjid Baitul Mukmin
Antapani Kidul

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

BAHAYA RIBA DALAM KEHIDUPAN

Bunga bank hukumnya

  1. Yang mengharamkan maajma’ Al fiqh islami 1)986 bunga bank adalah riba
  2. Fatwa MUI no 1 tahun 2004 bunga bank haram ,termasuk tiba nasiah
  3. Bank moderen samaa dengan pinjam meminjam.

Lembaga fatwa al-Azhar

  1. Tambahan atas pokok yang disyaratkan sejak awal tanpa iwadh transaksi riil
  2. Transfer risiko sepihak
    Risk free return bagi pemberi pinjaman
  3. Illah riba nasi’ah berlaku atas uang tsamaaniyyah modern.

Bagaimana kita mengelola masjid menjadikan mencegah riba dengan memakmurkan masjid .bagaimana mengelola keuangan umat.sosial,dakwah dan kemiskinan.

Waktu Rasulullah membangun baitulmall.

Solusi syariah

Menabung di bank syariah

Memilih akd murabaah,Mudharabah,musyarakah

Koperasi syariah,BMT,Menabung dibank syariah.

Harta yang berkah

Arti berkah bertambah dan tumbuh kebaikannya.

Ar raghib Al ashfahaami berkah adalah tetapnya

Kata berkah dalam Al-Qur’an
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

سُبْحٰنَ الَّذِيْۤ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَـرَا مِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَ قْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَا ۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
sub-haanallaziii asroo bi’abdihii lailam minal-masjidil-haroomi ilal-masjidil-aqshollazii baaroknaa haulahuu linuriyahuu min aayaatinaa, innahuu huwas-samii’ul-bashiir

“Maha Suci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.”
(QS. Al-Isra’ 17: Ayat 1)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰۤى اٰمَنُوْا وَا تَّقَوْا لَـفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَا لْاَ رْضِ وَلٰـكِنْ كَذَّبُوْا فَاَ خَذْنٰهُمْ بِمَا كَا نُوْا يَكْسِبُوْنَ
walau anna ahlal-qurooo aamanuu wattaqou lafatahnaa ‘alaihim barokaatim minas-samaaa-i wal-ardhi wa laaking kazzabuu fa akhoznaahum bimaa kaanuu yaksibuun

“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 96)

Rahmad Allah ini tidak selamanya kongkrit.terkadang bersifat ghaib.keberkahan berupa kebahagian dan ketenangan

Sadaqah mengajarkan ilmu ,memanfaatkan umur dan lain lain.

Kehidupan tenangan dan ketentraman merupakan kenikmatan yang diberikan Allah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مَا يَفْتَحِ اللّٰهُ لِلنَّا سِ مِنْ رَّحْمَةٍ فَلَا مُمْسِكَ لَهَا  ۚ وَمَا يُمْسِكْ  ۙ فَلَا مُرْسِلَ لَهٗ مِنْۢ بَعْدِهٖ  ۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
maa yaftahillaahu lin-naasi mir rohmating fa laa mumsika lahaa, wa maa yumsik fa laa mursila lahuu mim ba’dih, wa huwal-‘aziizul-hakiim

“Apa saja di antara rahmat Allah yang dianugerahkan kepada manusia, maka tidak ada yang dapat menahannya; dan apa saja yang ditahan-Nya maka tidak ada yang sanggup untuk melepaskannya setelah itu. Dan Dialah Yang Maha Perkasa, Maha Bijaksana.”
(QS. Fatir 35: Ayat 2)

Rahmad Allah tidak selalu ditentukan oleh banyaknya kekayaan .tetapi sibuk dengan mengurus masyarakat,pesantren ,yayasan anak yatim.

Allaah yang memilih untuk mendapatkan keberkahan dan kebahagiaan .

Untuk mendapatkan keberkahan tersebut dimulai dengan keimanan dan ketaqwaan

  1. Memberi ketenangan dsn kecukupan
    Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْقُرٰۤى اٰمَنُوْا وَا تَّقَوْا لَـفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكٰتٍ مِّنَ السَّمَآءِ وَا لْاَ رْضِ وَلٰـكِنْ كَذَّبُوْا فَاَ خَذْنٰهُمْ بِمَا كَا نُوْا يَكْسِبُوْنَ
walau anna ahlal-qurooo aamanuu wattaqou lafatahnaa ‘alaihim barokaatim minas-samaaa-i wal-ardhi wa laaking kazzabuu fa akhoznaahum bimaa kaanuu yaksibuun

“Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 96)

Syidina Umar pernah menangis melihat rumah Rasulullah,isinya tidak ada,sangat kecil,sederhana dan tidur diatas tikar .sehingga berbekas dipimpin beliau

Harta Menjadi amal jariyah

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قُلْ اِنَّ رَبِّيْ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَّشَآءُ مِنْ عِبَا دِهٖ وَيَقْدِرُ لَهٗ ۗ وَمَاۤ اَنْفَقْتُمْ مِّنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهٗ ۚ وَهُوَ خَيْرُ الرّٰزِقِيْنَ
qul inna robbii yabsuthur-rizqo limay yasyaaa-u min ‘ibaadihii wa yaqdiru lah, wa maaa angfaqtum ming syai-ing fa huwa yukhlifuh, wa huwa khoirur-rooziqiin

“Katakanlah, “Sungguh, Tuhanku melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya.” Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi Rezeki yang terbaik.”
(QS. Saba’ 34: Ayat 39)

Harta yang baik akan memberikan kebaikan

Harta menjadi kebaikan bagi dirinya

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

الَّذِيْ يُؤْتِيْ مَا لَهٗ يَتَزَكّٰى 
allazii yu-tii maalahuu yatazakkaa

“yang menginfakkan hartanya (di jalan Allah) untuk membersihkan (dirinya),”
(QS. Al-Lail 92: Ayat 18)

وَمَا لِاَ حَدٍ عِنْدَهٗ مِنْ نِّعْمَةٍ تُجْزٰۤى 
wa maa li-ahadin ‘ingdahuu min ni’mating tujzaaa

“dan tidak ada seorang pun memberikan suatu nikmat padanya yang harus dibalasnya,”
(QS. Al-Lail 92: Ayat 19)

اِلَّا ابْتِغَآءَ وَجْهِ رَبِّهِ الْاَ عْلٰى 
illabtighooo-a waj-hi robbihil-a’laa

“tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari keridaan Tuhannya Yang Maha Tinggi.”
(QS. Al-Lail 92: Ayat 20)

وَلَسَوْفَ يَرْضٰى
wa lasaufa yardhoo

“Dan niscaya kelak dia akan mendapat kesenangan (yang sempurna).”
(QS. Al-Lail 92: Ayat 21)

SebelumnyaKajian Jum'at, Nasihat Nabi SAWSesudahnyaKajian Jum'at, Asmaul Husna: Al Haliim, Kelembutan Allah