• Program Donasi Kegiatan Ramadhan 1447H, dapat diakses di link berikut: => KLIK DISINI UNTUK BERDONASI ||---|| Mari bergerak bersama dalam mengurangi sampah, melalui Berkah Berseka, BERsama Kurangi SampAH, Bersih Sehat Lingkungan
Kamis, 29 Januari 2026

Kajian Senin, Sirah Nabawiyah

Kajian Senin, Sirah Nabawiyah
Bagikan

01122025
Kajian Subuh
Ust Drs.Usin Artiyasa, M.M.
Masjid Baitul mukmin
Antapani Kidul

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ

Keluasan ilmu dan kejujuran menumbuh kembangkan Iman

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَكُلًّا نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ اَنْۢبَآءِ الرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهٖ فُؤَادَكَ ۚ وَجَآءَكَ فِيْ هٰذِهِ الْحَـقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَّذِكْرٰى لِلْمُؤْمِنِيْنَ
wa kullan naqushshu ‘alaika min ambaaa-ir-rusuli maa nusabbitu bihii fu-aadaka wa jaaa-aka fii haazihil-haqqu wa mau’izhotuw wa zikroo lil-mu-miniin

“Dan semua kisah rasul-rasul, Kami ceritakan kepadamu (Muhammad), agar dengan kisah itu Kami teguhkan hatimu; dan di dalamnya telah diberikan kepadamu (segala) kebenaran, nasihat, dan peringatan bagi orang yang beriman.”
(QS. Hud 11: Ayat 120)

Setelah datang Jibril kepada Rasulullah,lalu mengatakan bacalah, berulang ulang beliau sangat gemetar, dan pulang lalu minta kepada Khadijah selimuti aku, sehingga ketakutan tersebut hilang.
Setelah tenang beliau bercerita kepada Khadijah .dengan sangat detail .dsn mengatakan aku takut kepada diri ku.
Khadijah adalah seorang yang sangat lembut mengatakan demi Allaah tidak akan pernah menghinakan mu.karen engkau sering menghubungkan silaturahmi,memikul Beben orang lain,dsn membantu orang yang membutuhkan.
Lalu Khadijah membawa beliau kepada waraqah bin Naufal bin Asad bin Abdul uzza.sepupu khadijah.dia seorang Nasrani zaman jahiliah yang sudah tua dan buta.
Lalu Rasulullah menerangkan apa yang terjadi saat ditemui Jibril lalu warakah bin Noval mengatakan ini namun yang pernah menemui Musa as.
Andai saja aku masih hidup ketika kaumnya mengusir mu ,akaan aku bela kamu,tak satupun rasul dari Nuh sampai engkau pasti dimusuhi.
Apabila aku masih hidup aku akan membelamu mati-matian, warakah meninggal sebelum penyebaran agama secara terang terangan.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَأْتِيٰهُ فَقُوْلَاۤ اِنَّا رَسُوْلَا رَبِّكَ فَاَ رْسِلْ مَعَنَا بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ ۙ وَلَا تُعَذِّبْهُمْ ۗ قَدْ جِئْنٰكَ بِاٰ يَةٍ مِّنْ رَّبِّكَ ۗ وَا لسَّلٰمُ عَلٰى مَنِ اتَّبَعَ الْهُدٰى
fa-tiyaahu fa quulaaa innaa rosuulaa robbika fa arsil ma’anaa baniii isrooo-iila wa laa tu’azzib-hum, qod ji-naaka bi-aayatim mir robbik, was-salaamu ‘alaa manittaba’al-hudaa

“Maka pergilah kamu berdua kepadanya (Fir’aun) dan katakanlah, “Sungguh, kami berdua adalah utusan Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil bersama kami dan janganlah engkau menyiksa mereka. Sungguh, kami datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan kami) dari Tuhanmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk.”
(QS. Ta-Ha 20: Ayat 47)

Masa fatroh adalah masa berhentinya Wahyu kepada nabi, waktu itu terjadi kesedihan yang luar biasa.
Kenapa Wahyu tidak turun lagi, beliau sangat bingung, lalu terdengar suara Jibril mengatakan engkau benar-benar rasul Allah, kata aku Jibril.
Penegasan peristiwa tersebut turun surat Al qalam.
Untuk menguatkan mental Rasulullah.

Urutan Alquran Makiyah ada 54 surat antara lain : Al alaq,al qalam, dan seterusnya.

Sedangkan surat madaniyyah dimulai Al-Baqarah, Ali Imran, An nisa’, Al Maidah

Surat Al qalam
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

مَاۤ اَنْتَ بِـنِعْمَةِ رَبِّكَ بِمَجْنُوْنٍ 
maaa angta bini’mati robbika bimajnuun

“dengan karunia Tuhanmu engkau (Muhammad) bukanlah orang gila.”
(QS. Al-Qalam 68: Ayat 2)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِ نَّ لَكَ لَاَ جْرًا غَيْرَ مَمْنُوْنٍ 
wa inna laka la-ajron ghoiro mamnuun

“Dan sesungguhnya engkau pasti mendapat pahala yang besar yang tidak putus-putusnya.”
(QS. Al-Qalam 68: Ayat 3)

Akan banyak ayat yang turun untuk memperbaiki mental Rasulullah

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قَدْ نَـعْلَمُ اِنَّهٗ لَيَحْزُنُكَ الَّذِيْ يَقُوْلُوْنَ فَاِ نَّهُمْ لَا يُكَذِّبُوْنَكَ وَلٰـكِنَّ الظّٰلِمِيْنَ بِاٰ يٰتِ اللّٰهِ يَجْحَدُوْنَ
qod na’lamu innahuu layahzunukallazii yaquuluuna fa innahum laa yukazzibuunaka wa laakinnazh-zhoolimiina bi-aayaatillaahi yaj-haduun

“Sungguh, Kami mengetahui bahwa apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu (Muhammad), (janganlah bersedih hati) karena sebenarnya mereka bukan mendustakan engkau, tetapi orang yang zalim itu mengingkari ayat-ayat Allah.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 33)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِّنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوْا عَلٰى مَا كُذِّبُوْا وَاُ وْذُوْا حَتّٰۤى اَتٰٮهُمْ نَصْرُنَا ۚ وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمٰتِ اللّٰهِ ۚ وَلَقَدْ جَآءَكَ مِنْ نَّبَاِ ى الْمُرْسَلِيْنَ
wa laqod kuzzibat rusulum ming qoblika fa shobaruu ‘alaa maa kuzzibuu wa uuzuu hattaaa ataahum nashrunaa, wa laa mubaddila likalimaatillaah, wa laqod jaaa-aka min naba-il-mursaliin

“Dan sesungguhnya rasul-rasul sebelum engkau pun telah didustakan, tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Dan tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat (ketetapan) Allah. Dan sungguh, telah datang kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 34)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِ نْ يُّكَذِّبُوْكَ فَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِّنْ قَبْلِكَ ۗ وَاِ لَى اللّٰهِ تُرْجَعُ الْاُ مُوْرُ
wa iy yukazzibuuka fa qod kuzzibat rusulum ming qoblik, wa ilallohi turja’ul-umuur

“Dan jika mereka mendustakan engkau (setelah engkau beri peringatan), maka sungguh, rasul-rasul sebelum engkau telah didustakan pula. Dan hanya kepada Allah segala urusan dikembalikan.”
(QS. Fatir 35: Ayat 4)

Allah mengatakan umaat mu bukaan membencimu ,tetapi mereka menentang apa yang engkau sampaikan
Allah mengatakan sebelumnya rasul rasul sebelum kamu juga mengalami penolakan.kalimat inilah yang menguatkan Rasulullah.

  1. Setiap mukmin harus siap menjadi anshor ad din. Diminta atau tidak diminta. wajib membela agamanya.
  2. Setiap orang berpotensi terjerat gangguan kejiwaan ,yaitu ovethiking kecenderungan untuk memikirkan sesuatu yang berlebihan.khususnya hal hal yang negatif.
    Alquran adalah sifa’un obat untuk hati yang gundah
    Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قَدْ اَفْلَحَ مَنْ تَزَكّٰى 
qod aflaha mang tazakkaa

“Sungguh beruntung orang yang menyucikan diri (dengan beriman),”
(QS. Al-A’la 87: Ayat 14)

وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهٖ فَصَلّٰى  
wa zakarosma robbihii fa shollaa

“Dan mengingat nama Tuhannya, lalu dia sholat.”
(QS. Al-A’la 87: Ayat 15)

Otak bagian depan korteks prefrontal yang kerjaannya memikirkan sesuatu.

  1. Alquran menahan over thinking menjadi penawar bagi kaum muslimin

Surat Al qalam 1 sampai 7.

Sumpah Allah tiga perkara
Penegasan penolakan penyakit gila

Kepastian penaliran pahala

Hidayah Allah akan diberikan kepada siapa yang siap
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا لَّذِيْنَ اجْتَنَـبُـوا الطَّا غُوْتَ اَنْ يَّعْبُدُوْهَا وَاَ نَا بُوْۤا اِلَى اللّٰهِ لَهُمُ الْبُشْرٰى ۚ فَبَشِّرْ عِبَا دِ 
wallaziinajtanabuth-thooghuuta ay ya’buduuhaa wa anaabuuu ilallohi lahumul-busyroo, fa basysyir ‘ibaad

“Dan orang-orang yang menjauhi Tagut (yaitu) tidak menyembahnya dan kembali kepada Allah, mereka pantas mendapat berita gembira; sebab itu sampaikanlah kabar gembira itu kepada hamba-hamba-Ku,”
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 17)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

الَّذِيْنَ يَسْتَمِعُوْنَ الْقَوْلَ فَيَتَّبِعُوْنَ اَحْسَنَهٗ ۗ اُولٰٓئِكَ الَّذِيْنَ هَدٰٮهُمُ اللّٰهُ وَاُ ولٰٓئِكَ هُمْ اُولُوا الْاَ لْبَا بِ
allaziina yastami’uunal-qoula fa yattabi’uuna ahsanah, ulaaa-ikallaziina hadaahumullohu wa ulaaa-ika hum ulul-albaab

“(yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya. Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal sehat.”
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 18)

Allah mengetahui orang yang menyimpang terhadap agamanya

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ رَبَّكَ هُوَ اَعْلَمُ مَنْ يَّضِلُّ عَنْ سَبِيْلِهٖ ۚ وَهُوَ اَعْلَمُ بِا لْمُهْتَدِيْنَ
inna robbaka huwa a’lamu may yadhillu ‘ang sabiilih, wa huwa a’lamu bil-muhtadiin

“Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 117)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْ فَرَضَ عَلَيْكَ الْقُرْاٰ نَ لَرَآ دُّكَ اِلٰى مَعَا دٍ ۗ قُلْ رَّبِّيْۤ اَعْلَمُ مَنْ جَآءَ بِا لْهُدٰى وَمَنْ هُوَ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
innallazii farodho ‘alaikal-qur-aana larooodduka ilaa ma’aad, qur robbiii a’lamu mang jaaa-a bil-hudaa wa man huwa fii dholaalim mubiin

“Sesungguhnya (Allah) yang mewajibkan engkau (Muhammad) untuk (melaksanakan hukum-hukum) Al-Qur’an, benar-benar akan mengembalikanmu ke tempat kembali. Katakanlah (Muhammad),” Tuhanku mengetahui orang yang membawa petunjuk dan orang yang berada dalam kesesatan yang nyata.””
(QS. Al-Qasas 28: Ayat 85)

Allah akan mengancam orang kafir dengan nerakanya

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَاَ رْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِيْحًا صَرْصَرًا فِيْۤ اَيَّا مٍ نَّحِسَا تٍ لِّـنُذِيْقَهُمْ عَذَا بَ الْخِزْيِ فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۗ وَلَعَذَا بُ الْاٰ خِرَةِ اَخْزٰى وَهُمْ لَا يُنْصَرُوْنَ
fa arsalnaa ‘alaihim riihang shorshorong fiii ayyaamin nahisaatil linuziiqohum ‘azaabal-khizyi fil-hayaatid-dun-yaa, wa la’azaabul-aakhiroti akhzaa wa hum laa yungshoruun

“Maka Kami tiupkan angin yang sangat bergemuruh kepada mereka dalam beberapa hari yang nahas, karena Kami ingin agar mereka itu merasakan siksaan yang menghinakan dalam kehidupan di dunia. Sedangkan azab akhirat pasti lebih menghinakan dan mereka tidak diberi pertolongan.”
(QS. Fussilat 41: Ayat 16)

Semoga bermanfaat untuk kita semua pengalaman kehidupan Rasulullah.
Aamiin ya rabb

SebelumnyaKajian Sabtu, Islam BerkemajuanSesudahnyaKajian Rabu. BELAJAR BIODIVERSITAS DI PASAR