Kajian Senin, Fiqih Muamalah

24112025
Kajian Subuh
Ust.Nurjamil, S.Hi., MH.
Masjid Baitul mukmin
Antapani Kidul
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Fiqih Muamalah

Jual beli yang terlarang
Dalam Islam ada syariah atau jalan, ada ibadah dan muamalah, ada hukum, ekonomi dan keuangan dan politik.
Fiqh
Pengetahuan tentang hukum syara’
Jenis jenis fiqh, ibadah, muamalah, munajahah, siyasah, jinayah, dll.

Muamalah adalah akad yang membolehkan dan manusia saling menukar manfaatnya.
Pengertian akad perjanjian, kontrak dan pemufakatan (Al ittifaq).

Perbedaan akad dengan wa’ad
Akad perjanjian yang mengikat dua pihak atau lebih. Sementara, Wa’ad adalah janji yang memikat sepihak
Persamaan akad dengan wa’ad
Wa’ad bersifat ilzam (legal binding) bagi pihak yang berjanji.
Akad bersifat mu’awadhat dan tabarruat.
Mu’awadhat akad pertukaran
Jual beli dalam islam
Dasar jual beli dibolehkan oleh Alquran.
Jual beli ada ijab qobul.menurutvaturan yang diizinkan (sah).
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اَلَّذِيْنَ يَأْكُلُوْنَ الرِّبٰوا لَا يَقُوْمُوْنَ اِلَّا كَمَا يَقُوْمُ الَّذِيْ يَتَخَبَّطُهُ الشَّيْطٰنُ مِنَ الْمَسِّ ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ قَا لُوْۤا اِنَّمَا الْبَيْعُ مِثْلُ الرِّبٰوا ۘ وَاَ حَلَّ اللّٰهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبٰوا ۗ فَمَنْ جَآءَهٗ مَوْعِظَةٌ مِّنْ رَّبِّهٖ فَا نْتَهٰى فَلَهٗ مَا سَلَفَ ۗ وَاَ مْرُهٗۤ اِلَى اللّٰهِ ۗ وَمَنْ عَا دَ فَاُ ولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّا رِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
allaziina ya-kuluunar-ribaa laa yaquumuuna illaa kamaa yaquumullazii yatakhobbathuhusy-syaithoonu minal-mass, zaalika bi-annahum qooluuu innamal-bai’u mislur-ribaa, wa ahallallohul-bai’a wa harromar-ribaa, fa mang jaaa-ahuu mau’izhotum mir robbihii fangtahaa fa lahuu maa salaf, wa amruhuuu ilalloh, wa man ‘aada fa ulaaa-ika ash-haabun-naar, hum fiihaa khooliduun
“Orang-orang yang memakan riba tidak dapat berdiri, melainkan seperti berdirinya orang yang kemasukan setan karena gila. Yang demikian itu karena mereka berkata bahwa jual beli sama dengan riba. Padahal, Allah telah menghalalkan jual-beli dan mengharamkan riba. Barang siapa mendapat peringatan dari Tuhannya, lalu dia berhenti, maka apa yang telah diperolehnya dahulu menjadi miliknya dan urusannya (terserah) kepada Allah. Barang siapa mengulangi, maka mereka itu penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 275)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَأْكُلُوْۤا اَمْوَا لَـكُمْ بَيْنَكُمْ بِا لْبَا طِلِ اِلَّاۤ اَنْ تَكُوْنَ تِجَا رَةً عَنْ تَرَا ضٍ مِّنْكُمْ ۗ وَلَا تَقْتُلُوْۤا اَنْـفُسَكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَا نَ بِكُمْ رَحِيْمًا
yaaa ayyuhallaziina aamanuu laa ta-kuluuu amwaalakum bainakum bil-baathili illaaa ang takuuna tijaarotan ‘ang taroodhim mingkum, wa laa taqtuluuu angfusakum, innalloha kaana bikum rohiimaa
“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (tidak benar), kecuali dalam perdagangan yang berlaku atas dasar suka sama suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu. Sungguh, Allah Maha Penyayang kepadamu.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 29)
Syarat sah dan rukun jual beli, yaitu ada 2 orang yang bertransaksi, adanya shoghat/lafadh, barang yang ditransaksikan.
Syarat sah jual beli
Kedua pihak penjual dan pembeli sama sama ahli dalam jual beli.bukan anak kecil, tidak gila, tidak bodoh.
Prinsip jual beli
- Larangan menawar barang yang sedang ditawar orang lain
- Sesuatu yang diperjual belikan adalah sesuatu yang mubah dan bukan sesuatu yang haram
- Menghindari praktek perjudian dalam sistem jual beli
Jual beli yang dilarang
- Jual beli terpaksa dan merugikan (bai’al-Talji’ah
Contohnya. Menjual barang atau tanah yang masih dalam sengketa, - Jual beli dengan sistem uang hangus
- Ihtikar= penimbunan barang
- Jual beli benda najis dan memabukan
Bagaimana dengan lelang?
Jawabannya adalah boleh, namun dari awal sudah memang ditetapkan peserta yang tidak akan mengecewakan yang lain.
5.Suap (risywah), haram karena merugikan
6.Penipuan.
7.Jual beli Al Wafa.
